HOME

Selasa, 12 April 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEBUTUHAN MOBILITAS DAN IMOBILITAS MOBILITAS DAN IMOBILITAS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEBUTUHAN MOBILITAS DAN IMOBILITAS
MOBILITAS DAN IMOBILITAS
MOBILITAS:
KEMAMPUAN BERGERAK SECARA BEBAS
TINGKAT MOBILITAS:
·         MOBILITAS TOTAL
KEMAMPUAN BERGERAK SECARA PENUH DAN BEBAS
MENJALANKAN ADL
·         MOBILITAS SEBAGIAN
KEMAMPUAN BERGERAK DENGAN BATASAN JELAS, TIDAK MAMPU BERGERAK SECARA BEBAS
TEMPORER (SEMENTARA)
PERMANEN (TETAP)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS:
·         GAYA HIDUP
·         PROSES PENYAKIT/CEDERA
·         KEBUDAYAAN
·         TINGKAT ENERGI
·         USIA DAN STATUS PERKEMBANGAN
IMOBILITAS:
TIDAK MAMPU/PENURUNAN KEMAMPUAN MELAKUKAN GERAKAN DENGAN BEBAS
PENYEBAB:
·         NYERI HEBAT
·         GANGGUAN SYARAF
·         KELEMAHAN
·         GANGGUAN PSIKOSOSIAL
·         PROSES INFEKSI

PENGKAJIAN
RIWAYAT KESEHATAN PADA KEBUTUHAN MOBILITAS DAN IMOBILITAS
RIWAYAT KEPERAWATAN SEKARANG:
JOINT RANGE OF MOTION
·         TINGKAT MOBILITAS
·         KRTIDAKNYAMANAN YANG DIKELUHKAN KLIEN
·         ADANYA BENGKAK/KEMERAHAN
·         SIMETRIS/TIDAKNYA OTOT PADA SETIAP SISI TUBUH
ADA/TIDAK KOMPLIKASI DARI IMOBILITAS
TIMBULNYA PRESSURE AREA
KEMAMPUAN KLIEN MELAKUKAN ADL
TOLERANSI KLIEN KETIKA BERAKTIVITAS

LEVELS OF SELF-CARE DEFICIT

I    : MEMERLUKAN PENGGUNAAN ALAT
II   :MEMERLUKAN BANTUAN ORANG LAIN (ASSISTANCE, SUPERVISION, TEACHING)
III  : MEMERLUKAN BANTUAN ORANG LAIN DAN BANTUAN ALAT
IV  : SANGAT TERGANTUNG, TIDAK DAPAT MERAWAT DIRI SENDIRI
PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN KLIEN:
POSISI:
·         BERDIRI/TELENTANG DENGAN TUMIT SEJAJAR DAN TANGAN DITEMPATKAN DI SAMPING TUBUH
·         TELUNGKUP (LEHER, BAHU, PINGGUL)
PASTIKAN KLIEN TIDAK MEMAKAI PAKAIAN YANG DAPAT MENGHAMBAT GERAKAN
KLIEN TIDAK DALAM KONDISI YANG TERLALU LELAH
LAKUKAN DENGAN LEMBUT, PELAN-PELAN, BERITME
PEMERIKSAAN FISIK:
INSPEKSI DAN PALPASI
·         INSPEKSI: JUMLAH LUKA TEKAN, WARNA, KONSISTENSI, BAU CAIRAN, BINTIK MERAH
·         PALPASI: TONJOLAN TULANG, EDEMA/PEMBENGKAKAN
LAKUKAN INSPEKSI DAN PALPASI PADA:
·         PENCAHAYAAN BAIK
·         RUANGAN TIDAK TERLALU PANAS ATAU DINGIN





DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA KEBUTUHAN MOBILISASI

DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOBILITAS:
·         IMPAIRED PHYSICAL MOBILITY
·         SELF CARE DEFICIT: TOTAL, FEEDING, DRESSING SELF, TOILETING
·         IMMOBILITY
·         INABILITY TO ENGAGE IN USUAL ACTIVITY
·         IMPAIRED HOME MANAGEMENT
(APPROVED BY THE NATIONAL GROUP FOR THE CLASSIFICATION OF NURSING DIAGNOSIS)

RESPON FISIOLOGIS TERHADAP IMOBILITAS
SISTEM MUSKULOSKELETAL:
·         PENURUNAN MASSA OTOT
·         DEMINERALISASI TULANG : STRESS DAN STRAIN
·         FIBROSIS
·         SKIN BREAKDOWN

SISTEM KARDIOVASKULAR :
·         PENINGKATAN BEBAN KERJA JANTUNG
·         HIPOTENSI ORTHOSTATIK (PUSING, GELAP)

SISTEM PERNAFASAN:
·         PENURUNAN KEMAMPUAN PERKEMBANGAN PARU: PERTUKARAN GAS TERHAMBAT
·         MEKANISME BATUK MEMBURUK: SEKRET MENUMPUK
·         ATELEKTASIS

SISTEM URINARY:
·         TIDURAN : PELVIS GINJAL TIDAK MAMPU MENGOSONGKAN DENGAN SEMPURNA
STAGNASI URIN+MINERAL
BATU GINJAL

PSIKOSOSIAL:
·         PERUBAHAN KONSEP DIRI/BODY IMAGE
·         DEPRESI
·         CEMAS

GANGGUAN NUTRISI JARINGAN:
·         KURANGNYA INTAKE KALORI DAN PROTEIN+PERUBAHAN F/KARDIO & RESPIRASI
·         KEMATIAN SEL

GANGGUAN GASTROINTESTINAL:
·         ANOREKSIA
·         KONSTIPASI

GANGGUAN INTEGRITAS KULIT: DEKUBITUS

GANGGUAN ELIMINASI :
·         INKONTINENSIA URI
·         KONSTIPASI

 CONTOH DX. KEPERAWATAN YANG MUNCUL:
·         GANG. MOBILITAS FISIK B.D TRAUMA TULANG BELAKANG
·         GANG. PENURUNAN CURAH JANTUNG B.D IMOBILITAS
·         RISIKO CEDERA B.D HIPOTENSI ORTHOSTATIK
·         INTOLERANSI AKTIVITAS B.D PENURUNAN TONUS DAN KEKUATAN OTOT
·         SINDROM PERAWATAN DIRI B.D PENURUNAN FLEKSIBILITAS OTOT

TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KEBUTUHAN MOBILISASI
MOBILISASI AKTIF DAN PASIF (ROM)
MOBILISASI AKTIF: DISEBABKAN KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT
·         PERUBAHAN POSISI
·         ADL
·         AMBULASI: BERJALAN
·         LATIHAN ISOMETRIK/STATIK: KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT TANPA MENGGERAKKAN PERSENDIAN
ü  TEKANAN OTOT BERUBAH
ü  PANJANG OTOT TIDAK BERUBAH
ü  TIDAK ADA PERPINDAHAN
ü  TIDAK ADA PERGERAKAN SENDI
ü  MENGUATKAN OTOT ABDOMEN
ü  TIDAK BISA UNTUK MENCEGAH KONTRAKTUR, PERUBAHAN KARDIOVASKULER

·         LATIHAN ISOTONIK: LATIHAN YANG MENYEBABKAN PERGERAKAN AKTIF (JOGGING, TENIS)
ü  MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT
ü  MEMPERTAHANKAN F/KARDIO-RESPIRATORI
ü  LATIHAN EKSTREMITAS ATAS-BAWAH
·         LATIHAN RESISTIF: ANGKAT BEBAN, MENINGKATKAN VOLUME DAN KEKUATAN OTOT
·         LATIHAN ROM
MOBILISASI PASIF
·         BIASANYA DIGUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN ROM DAN FLEKSIBILITAS SENDI
RESTRAIN
TINDAKAN KEPERAWATAN PADA IMOBILISASI
KARDIOVASKULER:
·         HINDARKAN VALSAVA MANUVER
·         HINDARI HIPOTENSI ORTOSTATIK
·         STOCKING ELASTIC
RESPIRASI:
·         MENCAIRKAN PENUMPUKAN SEKRET
·         MEMPERTAHANKAN JALAN NAFAS
·         MENINGKATKAN PERTUKARAN GAS
·         TINDAKAN: NAPAS DALAM DAN BATUK, OKSIGENASI, UBAH POSIS TIDUR
URINARY:
·         REPOSISI
·         LATIHAN
EVALUASI KEPERAWATAN PADA KEBUTUHAN MOBILISASI
·         PENINGKATAN F/SISTEM TUBUH
·         PENINGKATAN KEKUATAN DAN KETAHANAN OTOT
·         PENINGKATAN FLEKSIBILITAS SENDI
·         PENINGKATAN F/MOTORIK, PERASAAN NYAMAN PADA PASIEN, DAN EKSPRESI PASIEN MENUNJUKKAN KECERIAAN.

DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEBUTUHAN MOBILISASI





LATIHAN ROM PASIF DAN AKTIF

a)      FLEKSI
b)      EKSTENSI
c)       ABDUKSI
d)      ADDUKSI
e)      PRONASI
f)       SUPINASI
g)      ROTASI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar